Pages

Jumat, 23 Maret 2012

Bandung Kota Kreatif Se- Asia Pasific




Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.





Bandung Kota Kreatif Se- Asia Pasific
Warga Bandung patut berbangga hati, karena Kota Bandung terpilih dalam 5 besar kota kreatif se-Asia. Hal tersebut berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh salah satu media di Singapura yakni Channel News Asia pada Desember 2011 lalu.
Demikian dikatakan oleh Ridwan Kamil, ketua Bandung Creative City Forum usai acara peresmian Simpul Space #2 di Jalan Purnawarman No. 70, Bandung. "Kota Bandung sudah dikenal sebagai kota kreatif saat ini sudah diakui secara internasional. Dengan itu kita harus menunjukan sesuatu yang nyata agar menunjukkan bahwa Bandung itu kota kreatif," ujar pria yang akrba disapa Emil ini.
Menurut Emil, Bandung dipilih berdasarkan survey mengenai branding yang dilakukan, pengaruhnya terhadap masyarakat dan tentunya pengaruh terhadap perrtumbuhan ekonomi.

"Sudah saatnya kita menunjukan bahwa kita memang kota kreatif. Tentunya harus didukung oleh semua pihak, terutama pemerintah," ujarnya.
Berita di atas tidaklah berlebihan, bahkan Bandung pantas sebagai kota terkreatif Se-Asia Pasific, karena bandung memiliki semua bidang garapan industri kreatif di kotanya mulai dari collage, jasa periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, film, video dan fotografi, permainan interaktif (games), musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer & piranti lunak, tv & radio serta riset dan pengembangan.
Sebagai kota yang dihuni sekitar 60 persen kalangan muda berusia di bawah 40 tahun dan tempat berkembangnya banyak peguruan ti nggi, industri kreatif di Kota Bandung bertumbuh pesat. Melihat potensi industri kreatif Bandung yang menjanjikan, British Council menunjuk Kota Bandung sebagai salah satu kota kreatif di wilayah Asia Pasific.

Dalam rangka memperkenalkan industri kreatif Bandung di dunia internasional, Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan British Council, Bandung Creative City Forum, serta Forum Event Bandung di sepanjang bulan Agustus akan menyelenggarakan Helar Festival, Bandung Creative Month yang terdiri dari 25 acara kreatif bertaraf internasional. Demikian diungkapkan aktivis Bandung Creative City Ridwan Kamil, Selasa (27/5) di Bandung.
Dalam acara tersebut, berbagai acara kreatif akan diselenggarakan, antara lain pameran karya seni rupa, open house galeri, pameran distro, opera di hutan, serta pameran galeri barang bekas di bawah jembatan, ungkap Ridwan.
Programmer dan Public Relation Eksternal Forum Event Bandung Wawan Djuanda menambahkan, berbagai pelaku bisnis kreatif dari berbagai negara, seperti Taiwan, Thailand, Singapura, India, Inggris, dan Australia akan turus serta dalam acara tersebut. Dengan acara ini, Kota Bandung diharapkan memiliki jaringan bisnis ekonomi kreatif dengan berbagai kota-kota penghasil industri
Sumber :
Wow! Bandung Masuk 5 Besar Kota Kreatif se-Asia
Avitia Nurmatari – detikBandung
http://bandung.detik.com/read/2012/02/25/225236/1851557/486/wow-bandung-masuk-5-besar-kota-kreatif-se-asia
http://nasional.kompas.com/read/2008/05/27/20160710/bandung.kota.kreatif.di.asia.pasifik.

Industri Kreatif adalah Motor Penggerak Ekonomi Masa Depan



Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.




Industri Kreatif adalah Penggerak Ekonomi Masa Depan

Mulai tahun 2010 babak baru globalisasi dimulai dan roda tonggak sejarah bagi negara anggota ASEAN dan China untuk menyelenggarakan perdagangan bebas ACFTA  (Asean-China Free Trade Agreement). ACFTA menjadi titik awal malapetaka, khususnya bagi industri usaha kecil dan menengah (UKM) dalam negeri yang mengandalkan pasar lokal, karena kalah bersaing dengan produk China dan negara maju ASEAN lainnya yang sedang membanjiri pasar di Indonesia, di tambah lagi belum optimalnya UKM dalam memanfaatkan potensi ACFTA ini.
Tantangan barupun  muncul dalam waktu dekat, sesuai kesepakatan pemimpin-pemimpin anggota ASEAN yaitu adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015, dimana keberadaan Masyarakat Ekonomi ASEAN itu akan menjadikan arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal di kawasan Asia Tenggara. Padahal dampak ACFTA saja mengacu laporan neraca perdagangan dari DEPERINDAG terlihat  bahwa defisit perdagangan Indonesia-China selama tahun 2010 mencapai lebih dari Rp 50 trilyun dan sejalan dengan hal ini Ketua Umum HIPMI, Erwin Aksa, menyebutkan bahwa maraknya produk China pasca-ACFTA itu menyebabkan penurunan produksi industri nasional 25%-50%. Sedangkan pengurangan tenaga kerja mencapai 10%-15%.
Dalam persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat ini, Indonesia didorong untuk menggali sumber ekonomi alternatif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Solusi alternatifnya adalah ekonomi kreatif, di mana saat ini dunia telah memasuki era industri gelombang keempat yaitu industri kreatif yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. John Howkins dalam bukunya The Creative Economy (2001) menemukan kehadiran ekonomi gelombang ke-empat setelah menyadari bahwa hak cipta AS pada 1996 mempunyai nilai penjualan ekspor sebesar USD 60,2 miliar. Angka ini jauh melampaui ekspor industri lainnya seperti otomotif, pertanian dan pesawat. Era industri kreatif merupakan kelanjutan dari era informasi, setelah Alvin Tofler dalam Future Shock (1970) mengungkapkan bahwa peradaban manusia terdiri dari 3 gelombang, era pertanian, era industri dan era informasi.
Kegiatan perekonomian di era ekonomi kreatif ini digerakkan oleh industri kreatif. Di sejumlah negara, industri kreatif mampu mendongkrak perekonomian dan menciptakan lapangan kerja, selain itu juga memunculkan banyak peluang bisnis baru. Di beberapa negara maju seperti Inggris, sumbangan industri kreatif terhadap PDB mencapai 7,9%, melampaui pendapatan dari sektor industri manufaktur yang hanya 5%. Pertumbuhannya rata-rata 9% per tahun, jauh diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara maju yang berkisar 2-3%. Sementara di Australia, industri kreatifnya menyumbang sekitar 3,3% terhadap PDB dengan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 5,7% (Simatupang, 2008).
Begitu pula di indonesia industri kreatif di indonesia yang di gerakan oleh 14 bidang yaitu : Departemen Perdagangan mendaftarkan 14 sektor yang masuk kategori industri kreatif yaitu jasa periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, film, video dan fotografi, permainan interaktif (games), musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer & piranti lunak, tv & radio serta riset dan pengembangan.

Di  Indonesia,  peran  industri  kreatif  dalam  ekonomi  Indonesia  cukup  signifikan  dengan  besar  kontribusi  terhadap  PDB  ratarata  tahun  20022006  adalah  sebesar  6,3%  atau  setara dengan 104,6 Triliun rupiah (nilai konstan) dan 152,5 triliun rupiah (nilai nominal). Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa sumbangan ekonomi kreatif sekitar 4,75% pada PDB 2006 (sekitar Rp 170 triliun rupiah) dan 7% dari total ekspor pada 2006. Pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 7,3% pada 2006, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,6%. Sektor ekonomi itu juga mampu menyerap sekitar 3,7 juta tenaga kerja setara 4,7% total penyerapan tenaga kerja baru.

Rini, Puspa. 2010. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Oleh Pemuda Dalam Rangka Menjawab Tantangan Ekonomi Global. Jakarta : Jurnal  UI Untuk Bangsa
Simatupang, TM. 2008. Perkembangan Industri Kreatif. Paper. Bandung: SMB ITB
Simatupang, T.M. (2007), “Gelombang Ekonomi Kreatif”, Pikiran Rakyat, 1 Agustus, Hal. 25.



Kamis, 01 Maret 2012

FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KREATIF E-LEARNING UNTUK DISTANCE LEARNING DI ERA GLOBAL Di Presentasikan di BPU DINAMIK7 UPI dalam Lomba Artikel Ilmiah SE-JABAR & DKI


FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KREATIF E-LEARNING
UNTUK DISTANCE LEARNING DI ERA GLOBAL
Oleh : Ade Suyitno
Di Presentasikan di BPU DINAMIK7 UPI dalam Lomba Artikel Ilmiah SE-JABAR & DKI 



Di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin canggih ini, penyebaran  informasi dan akses telekomunikasi semakin lebih cepat dan mudah. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik kalangan terpelajar maupun bukan kalangan terpelajar dengan berdampak positif atau pun negatif tergantung pemanfaatannya.  

Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Internet adalah singkatan dari Interconnected Networking  yang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian jaringan. Dalam pendidikan adanya internet memunculkan gagasan adanya distance learning atau pembelajaran jarak jauh, hal ini di karenakan adanya keterbatasan dalam pembelajaran di kelas dan kondisi pembelajaran sekarang yang membutuhkan pembelajaran yang  fleksible dalam waktu dan tempat. Salah satu contoh distance learning adalah melalui e-learning.
Berkaitan dengan adanya keterbatasan pembelajaran di kelas, permasalahan dalam pembelajaran yang sering di soroti adalah tentang pelaksanaan program  remedial teaching  dan pengayaan  yang merupakan bagian dari Kurikulum Tingkat  Satuan Pendidikan (KTSP), di mana secara istilah remedial teaching yaitu kegiatan perbaikan dalam proses belajar mengajar dengan pemberian bantuan belajar kepada peserta didik yang evaluasi nilainya di bawah standar ketuntasan belajar dan pengayaan bagi yang nilainya bagus. Dalam pelaksanaan remedial teaching dan pengayaan ini tidak semuanya berjalan dengan baik karena remedial teaching dan pengayaan biasanya di lakukan di luar jam belajar mengajar dan hal ini sangat merepotkan bagi sebagian guru dan siswa yang mempunyai keterbatasan dalam hal waktu dan tempat.
          Masalah ini sejalan dengan hasil survey mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2009 pada mata kuliah bimbingan dan konseling di semester 4, pada bulan mei mendapat tugas perorangan untuk materi analisis diagnosis belajar dan treatment kepada siswa-siswi kelas 2 SMA dan MA yang ada di kota bandung. Hasilnya adalah sekitar 64% dari 40 sekolah yang di teliti dari pihak guru dan dukungan sekolah terhadap remedial teaching dan pengayaan adalah kurang optimal di lakukan karena keterbatasan tempat dan ketersediaa waktu pengajaran disekolah. Berangkat dalam hal ini alternatif solusi yang bisa digunakan untuk permasalahn remedial teaching dan pengayaan adalah dengan memanfaatkan e-learning sebagai pembelajaran kreatif di era global dengan menggunakan media yang familiar oleh siswa yaitu jejaring sosial facebook.
Banyak pakar pendidikan memberikan defenisi mengenai pembelajaran  e-learning , seperti yang dipaparkan oleh Siahaan (2004) dalam ”Penerapan e-learning Dalam Pembelajaran” pada outlokk e-learning UI, bahwa e-learning  merupakan suatu pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronika misalnya, internet, video/audio broadcasting, video/audio conferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung).
Menurut Reza Syaeful (2007) : “e-learning  menawarkan  kesempatan  akademis  yang  unik  untuk  memperluas  pengetahuan peserta didik dan bisa memanfaatkan berbagai fasilitas di internet yang ada”. Berdasarkan hal ini berarti facebook dapat dijadikan media kreatif karena memberikan akses kepada informasi online, juga tersedia jaringan dimana para  individu  dapat  saling berinteraksi dan fitur-fitur yang mendukung. Facebook juga merupakan situs jejaring paling populer di indonesia, di mana Indonesia merupakan negara pengguna fafebook (FB) terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Dari 30.000.000 orang pengguna internet di Indonesia sebanyak 87% mengunjungi jejaring sosial (FB dan twitter), hal ini berdasarkan penelitian (TNS) Digital Life. Kemudian pengguna jejering sosial terbesar di Indonesia adalah usia remaja.
Dwi Ardianto dalam artikel penyusunan remedial teaching dan pengayaan menyatakan bahwa, ”strategi yang bisa di lakukan untuk remedial teaching dan pengayaan adalah metode pemberian tugas, metode diskusi, metode kerja kelompok, kegiatan memakai tutor sebaya dan pemodelan atau cara lain dapat menyuruh siswa membaca yang sesuai”. Berdasarkan hal itu facebook bisa di jadikan strategi alternatif dalam permasalahn remedial teaching. Di bawah ini fitur-fitur facebook yang dapat di gunakan sebagai media pembelajaran :
1.    Facebook group, dalam hal ini setiap pengguna facebook dapat mempergunakan ,membuat dan bergabung pada sebuah group, tentunya dalam hal ini group facebook dalam kajian-kajian keilmuan, study club, dan komunitas peserta didik.
2.    Facebook share, fitur ini untuk men-share materi (tulisan singkat, link, gambar, video dsb) ke semua teman-temannya.
3.    Fiture chat, fitur untuk ngobrol langsung dengan sesama pengguna facebook yang telah menjadi teman kita dan bisa menjadi media diskusi online.
4.    Facebook note, fitur ini adalah fitus untuk memuat tulisan.
5.    Facebook quiz, fasilitas facebook ini adalah kita bisa membuat quiz dan fiitur ini bisa dioptimalkan oleh guru atau peserta didik untuk latihan materi untuk evaluasi pembelajaran lewat quiz online yang interaktif.
Dalam implementasinya model pembelajaran yang bisa di gunakan yaitu pembelajaran Group Investigation  dan TPS (think, pair and share) dengan cara membuat forum diskusi di grup facebook. Kemudian guru bisa berperan aktif dengan cara membuat grup yang berkenaan dengan mata pelajaran yang di ampuh kemudian mensosialisasikannya kepada peserta didik. Dalam grup, guru bisa share materi dari web hal ini untuk menambah bahan ajar buat siswa, ruang konsultasi, dan ringkasan materi pada note. Kemudian juga dalam facebook ada fasilitas games quiz yang bisa dijadikan media latihan dengan membuat latihan/quiz di facebook. E-learning dengan media facebook di harapkan akan menjadi media yang menarik dan dekat dengan peserta didik yang akan meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan tercapainya ketuntasan belajar. Dalam model bisa di simpulkan dengan gambarkan sebagai berikut :







Jadi penggunaan facebook dalam artikel ini sebagai media pembelajaran kreatif e-learning adalah solusi alternatif bagi permasalahan dalam remedial teaching dan pengayaan karena pembelajaran e-learning dengan media facebook lebih fleksibel tidak terbatas oleh jam tambahan KBM di sekolah, ruang kelas dan tatap muka intensif. Dalam pembelajaran ini adalah student center dengan cara mengoptimalkan fitur/aplikasi yang ada pada facebook sebagai  media pembelajaran diantaranya chating, forum diskusi, pesan, tautan/link dengan situs lain, grup, dan games quiz, di mana kesemuanya itu kita pergunakan sebagai media e-learning yang menarik dan dekat dengan peserta didik yang di harapkan akan meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pengembangan pembelajarannya dan tercapainya ketuntasan belajar.
Dalam implementasinya untuk menyukseskan model pembelajaran ini diperlukan partisipasi pihak-pihak terkait untuk meminalisir pengaruh negatif  penggunaan facebook  dan meningkatkan manfaat facebook sebagai media pemebelajaran yang menarik penulis memberikan rekomendasi sebagai berikut : 1). Sosialisasi dari sekolah kepada peserta didik supaya memahami betul apa itu pengaruh/dampak, manfaat, dan potensi penggunaan facebook sebagai media pembelajaran yang kreatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
2). Diperlukan adanya semacam penasehat (counsellor) untuk media share pada peserta didik selama mengakses menggunakan facebook sebagai media pembelajaran bisa itu guru, orang tua, teman atau orang lain yang dipercaya.

Daftar Pustaka :
Cepi Riyana. 2006. Media Pembelajaran. Modul, Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Bandung.
Dimyati, M. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Empy Effendi, 2005. E-learning Konsep dan Aplikasi. Cipta Publisher. Jakarta.
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 107/U/2001 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh.
Paulina Pannen, “Strategi Pembelajaran: Perspektif E-learning”, disampaikan pada Workshop tentang E-learning, November 2007, di UI, Depok.
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wayan, Dasna. 2006. Pengembangan Pembelajaran dan Evaluasi. Malang : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM)
Zainal A. Hasibuan dan Team. “Sistem E-learning: Student Centered E-learningEnvironment (SCELE)”, disampaikan pada Workshop tentang E-learning, November 2007, di UI, Depok.
     ,http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/facebook-sebagai-media-pembelajaran.htmlOnline, 31 Januari 2012
            ,http://idaytsaqiff.blogspot.com/2010/05/konsep-dan-strategi-
pembelajaran.html
Online, 31 Januari 2012



LAMPIRAN
BIODATA
Judul Naskah
:
Facebook Sebagai Media Kreatif E-learning  Untuk Distance Learning Di Era Global
Nama Penulis
:
Ade Suyitno
Tempat &Tanggal  Lahir
:
Indramayu, 16 Januari 1991
Nama Perguruan Tinggi
:
Universitas Pendidikan Indonesia
Nama Fakultas/Jurusan
:
Fakultas Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis/
Jurusan Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis/
Prodi Pendidikan Ekonomi
Domisili
:
Jl. Kapten A. Hamid No.80b Blok Panorama 3, Hegarmanah Cidadap Bandung
Alamat Email
:
adesuyitno@gmail.com
Ponsel
:
085659932860

SCIENTIFIC PAPEREXPERIENCES
1.
2009
: Internet Effect for Student. Pengaruh Internet Terhadap PergaulanRemaja
2.
2010
: Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa
FPEB UPI Angkatan 2008-2009 Semester Ganjil.
3.
2011
: One Village One Product Model.MendongkrakProdukLokalMelalui
PendekatanOvopMelaluiOptimalisasiHimadaPadaInkubatorBisnis
Kampus
4.
2011
: Optimalized Student. Peran Mahasisa Prodi Pendidikan dalam Membangun
Bangsayang Berkarakter
5.
2011
: TPS Model for Economics Learning. Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Model
Think Pair Share (TPS) Pada Mata Pelajarn Ekonomi
6.
2011
: Edupreneurship Model in Campus. EdupreneurshipCampusIntegratedModel;
StimulateEntrepreneurialActifity As StrategicIntegratedEffort Edupreneurship
InTheStudent
7.
2011
: Character Education.Pengembanagan Diri Peserta Didikdengan Pendidikan
Karakter dan Budaya di Sekolah melalui Guru dan Ekstrakulikuler di Era Global
8.
2011
: Zakat For Dhuafa Development Programe
9.
2011
: Creative Industry Development Programe.  Pengembangan Industri Kreatif
Mandiri melalui Pogram Pendampingan Berbasis Local Wisdom:Pendekatan
TRIPLE HELIX