Pages

Minggu, 28 Oktober 2012

MENDONGKRAK PRODUK LOKAL DENGAN PENDEKATAN OVOP MELALUI PEMBERDAYAAN HIMADA (HIMPUNAN MAHASISWA DAERAH) PADA INKUBATOR BISNIS KAMPUS


Ade Suyitno
Curriculum Vitae

Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.


MENDONGKRAK PRODUK LOKAL DENGAN PENDEKATAN OVOP MELALUI PEMBERDAYAAN HIMADA (HIMPUNAN MAHASISWA DAERAH) PADA INKUBATOR BISNIS KAMPUS

Fitranty Adirestuty­­1, Nida Afifah2, Ade Suyitno3. FPEB1,  FPEB2,  FPEB
Universitas Pendidikan Indonesia
Jln. Setiabudhi No.128 Bandung

Perdagangan bebas di kawasan Asean atau yang dikenal dengan ACFTA  (Asean China Free Trade Agreement) telah mulai dilakukan di tahun 2010. Dengan  disahkan dan diberlakukannya ACFTA ini, maka para pengusaha dalam negeri harus pintar dan cerdik dalam membaca peluang. Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki. Usaha kecil dan menengah atau yang biasa disingkat UKM dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, hal ini dapat terlihat dari data Kementrian KUKM bahwa Usaha kecil dan menengah yang saat ini jumlahnya sekitar 51,26 juta unit atau 99,91% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia namun keadaanya kini sedang terancam karna masih banyak UKM yang belum memiliki kemampuan yang cukup memadai untuk menghasilkan produk yang bersaing di pasar global.

Salah satu upaya Pemerintah  Indonesia untuk menghadapi era ACFTA ini adalah menerapkan program One Village One Product atau yang biasa disingkat  OVOP. Penerapan OVOP ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pasar industri kecil dan menengah (IKM), Hal ini sesuai dengan Peraturan Menperin Nomor 78 Tahun 2007 tentang Peningkatan Efektifitas Pengembangan IKM Melalui Pendekatan OVOP. Kenyataannya penerapan OVOP selama ini belum seratus persen berhasil dilakukan karena beberapa hal. Menurut Wapres Budiono, Pengembangan OVOP harus dilakukan dengan penelitian yang mendalam mengenai produk apa yang cocok untuk satu desa."Targetnya juga harus jelas." Sebenarnya produk usaha kecil dan menengah banyak yang berkualitas, hanya belum banyak memiliki jaringan baik pasar lokal atau  pasar yang lebih besar, termasuk ke luar negeri.

Suatu alternatif model baru bagaimana mendongkrak produk lokal agar bersaing di tatanan nasional bahkan Internasional melalui pemberdayaan fungsi HIMADA (Himpunana Mahasiswa Daerah) sebagai agent of exchange dan Inkubator bisnis kampus dalam proses perluasan pemasaran, meningkatakan penjualan produk local, sampai pada peningkatkan geliat wirausaha di dalamnya, maupun pengembangan penyerapan tenaga kerja di daerah, sehingga nantinya diharapkan akan terjadi trickle down effect dari Inkubator bisnis yang bekerjasama dengan HIMADA Kampus yang berimbas pada kemajuan UKM di setiap daerah bahkan pada peningkatan pendapatan nasional Negara dengan pendekatan OVOP.

Mendongkrak produk lokal ujung tanduknya adalah peningkatan kualitas produk dan pemasaran yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang dapat dilakukan adalah melalui Inkubator Bisnis. Peranan Inkubator Bisnis menjadi strategis karena dapat menciptakan lapangan kerja baru, menumbuhkan wirausaha baru, dan dapat menjadi wadah dalam mengimplementasikan berbagai inovasi produk yang dihasilkan oleh berbagai pihak serta sarana kerjasama pemasaran.

Inkubator Bisnis yang dikelola secara profesional dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya, terbukti mampu menciptakan lapangan kerja. (menurut laporan Bank Indonesia –2006, di Uni Eropa, dengan jumlah Inkubator sebanyak 900 telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penciptaan lapangan kerja, yaitu sebanyak 40.000 orang setiap tahun). Inkubator Bisnis telah memberikan nilai tambah terhadap perekonomian melalui percepatan pengembangan usaha baru/pemula dan membantu memaksimalkan pertumbuhannya dimana hal tersebut sulit dicapai tanpa bantuan inkubator.

Sebagian besar (72%) Inkubator Bisnis di Indonesia didirikan oleh Perguruan Tinggi, sedangkan sisanya (28%) didirikan oleh Non-Perguruan Tinggi yang terdiri dari swasta (Yayasan) sebanyak 21% dan lembaga pemerintah 7%. Sementara itu, jika dilihat dari faktor yang menjadi pendorong berdirinya Inkubator Bisnis, sebagian besar (71%) Inkubator Bisnis didirikan karena adanya peluang bisnis, sedangkan sisanya karena inovasi teknologi (29%). Sebagian besar (79%) inkubator memiliki Visi tersendiri secara jelas yang berbeda dengan visi lembaga induk yang menaunginya. Sementara 21% tidak memiliki Visi tersendiri melainkan mengikuti Visi lembaga induk atau yang menaunginya. Sektor ekonomi yang paling banyak menjadi prioritas binaan Inkubator Bisnis berturut turut dari yang paling besar adalah sektor industri kecil dan kerajinan (62%); sektor jasa (19%); sektor pertanian (13%); dan sektor perdagangan (6%).

Berkaitan dengan dimulainya era AFCTA, salah satu upaya Pemerintah  Indonesia untuk menghadapinya adalah menerapkan program One Village One Product atau yang biasa disingkat  OVOP. Penerapan OVOP ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pasar industri kecil dan menengah (IKM), tidak hanya meliputi IKM kerajinan, tapi juga makanan dan minuman, produk herbal, dan interior, dan lain-lain ke tingkat global serta diproduksi secara kontinyu dan konsisten. Kementerian Koperasi dan UKM RI memperluas produk unggulan daerah yang lazim disebut OVOP - One Village One Product--satu desa dengan satu produk unggulan, bahkan lebih satu produk di 100 titik di 33 provinsi berbasiskan peningkatan mutu dan daya saing agar produk unggulan itu bernilai tambah melalui industri pengolahan/processing (value chain), pengepakan, perluasan jaringan pemasaran secara integrasi dan lain-lain hingga tahun 2014. (www.depkop.go.id)

Payung hukum dalam pengembangan OVOP tersebut antara lain UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, UU No.20 tahun 2008 tentang UKM, Inpres No.6 tahun 2007 tentang Percepatan Sektor Riil dan Pembangunan Sektor UMKM yang juga mengamanatkan pengembangan sentra melalui pendekatan OVOP.
Langkah-langkah yang akan di lakukan pemerintah untuk mensukseskan program OVOP, Pada tahun 2011-2012 meliputi peningkatan nilai tambah produk unggulan melaui industri pengolahan melalui dukungan sarana prosesing. Peningkatan akses pasar produk yang dihasilkan melalui temu usaha (business matching) serta desain, paking dan promosi produk lokal, nasional maupun internasional. Kemudian peningkatan suplai chain product unggulan OVOP melalui produk dan pemasaran. Serta pengembangan kapasitas SDM melalui pendampingan,penyuluhan,pelatihan dan studi banding.
Di tahun 2013-2014, peningkatan dan perluasan pendampingan komunitas masyarakat lokal sesuai dengan potensi ekonomi daerah. Terus diperkuat dan ditingkatkan lagi nilai tambah produk melalui industri pengolahan dan paking. Peningkatan promosi ekonomi masyarakat secara menyeluruh (budaya, produk dan potensi alam) di tingkat provinsi serta promosi produk unggulan OVOP secara nasional dan internasional (fairs and events, festival).

Model Optimalisasi Peran Inkubator Bisnis Kampus dan Himada Untuk Mendongkrak produk Lokal

Dari aspek kelembagaan, replikasi program OVOP nampaknya dapat dikaitkan dengan program sentra bisnis, dimana terjadi pemusatan produk OVOP. Inilah kaitannya dengan Inkubator kampus sebagai sentra melalui pemberdayaan HIMADA nya. Seperti pada umumnya anggota sebuah HIMADA selalu memiliki link yang lebih banyak dan pengetahuan yang lebih matang tentang daerahnya dan khususnya produk asli daerahnya. Dalam proses ini meraka dapat berperan sebagai distributor produk lokal dari daerah asal masing-masing. 
Eksistensi produk lokal daerah terlihat masih sangat kurang tersoroti. Hanya segelintir orang yang tahu adanya produk unggulan suatu daerah. Disamping karena barang-barang tersebut sulit ditemui, hal ini juga disebabkan kurangnya fasilitas yang membantu perluasan pemasarannya, dan juga kurang sadarnya para pemuda masa kini untuk ikut meningkatkan potensi daerahnya.
Sentralisasi OVOP dapat juga sekaligus meningkatkan brand  produk tersebut. Hal ini mendorong produsen-produsen  produk di daerah pun akan lebih kreatif dalam menciptakan dan menginovasi produknya juga menjaga dan meningkatkan kualitas  demi peningkatan penjualan.
HIMADA kampus merupakan himpunan mahasiswa yang menghimpun mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari satu daerah yang sama. Setiap kampus tentu memiliki banyak HIMADA yanng memfasilitasi program-program guna mendukung peningkatan mutu daerah mereka. Melalui pendekatan OVOP yang diaplikasikan dalam inkubator bisnis kampus, tentu HIMADA dapat ikut berpartisipasi dalam meningkatkan prestasi produksi daerah mereka dengan menjadi distributor produk asli daerah dan dipasarkan di Inkubator bisnis kampusnya.
Selain untuk memperluas pasar produksi produk, melalui konsep OVOP ini dapat juga menjadikan Inkubator bisnis sebagai tempat saling pertukaran informasi suatu daerah dengan daerah lainnya. Partisipasi HIMADA memegang peran untuk mengenalkan produk unggulan daerahnya dan dapat memberi kontribusi untuk dan dapat mendongkrak prestasi-prestasi produk masing-masing daerah. Secara luas efek pengaplikasian OVOP juga dapat mengurangi beban perluasan distribusi produk di daerah, dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para produsen-produsen melalui perluasan pasar produknya. Secara makro melalui metode OVOP dengan dipermudah oleh HIMADA Kampus dalam informasi dan penyaluran produk pada inkubator bisnis, dapat meningkatkan produksi daerah begitu pula dengan mutu kewirausahaannya.

Tabel 1.1 HIMADA Kampus Universitas Pendidikan Indonesia
No
HIMADA
DAERAH ASAL
PRODUK
1
IMT
Tasikmalaya
Kerajinan tangan
2
IKADA
Indramayu
Makanan Asinan
3
FILA UPI NTB
Lombok (NTB)
Assesoris(mutiara)
4
GALUH TARUNA
Ciamis
Galendo, Sale
5
ASGAR
Garut
Dodol (Chocodot)
6
IMB
Bandung
Kerajinan Tangan (Miniatur Angklung)
7
PERMAIS
Subang
Dodol Nanas
8
STUFEN
Banten
Kerajinan Tangan
9
PERMASISEL
Sumsel
Empek-Empek
10
IMS
Sumedang
Keripik Tahu




Akademisi (Mahasiswa dan Dosen)
Karya tulis ini dapat menjadi bahan yang menarik untuk didskusikan serta dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang  membangun dan bermanfaat untuk semua pihak terkait. Dalam tataran praktiknya Inkubator bisnis dan penerapan konsep karya tulis ini, dapat melahirkan generasi entrepreneur muda melalui aplikasi juga  dapat menambah penghasilannya.  
Pemerintah
Karya tulis ini dapat dijadikan sebaai referensi untuk mengembangkan OVOP dalam konteks pemberdayaan HIMADA (Himpunan Mahasiswa Daerah ) di tataran Perguruan Tinggi sehingga secara tidak langsung Pemerintah turut pula mendukung aktifitas mahasiswa dalam inkubator bisnisnya untuk mengangkat produk lokal unggulan tiap daerah.
Entrepreneur
Jika konsep yang ada dalam karya tulis ini dapat benar-benar diimplementasikan, maka manfaat terbesar yang akan diperoleh para enterpreuneur  adalah adanya  peningkatan  baik kualitas dan kuantitas penjualan produk mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri terutama dalam menghadapi era ACFTA.
Masyarakat
Karya tulis ini dapat menjadi bahan aplikatif, meningkatkan produksi usaha daerah, semakin berkembang untuk kemudian dapat mengembangkan dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat, sehingga dapat menjadi bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.



ZIS AND PRODUCTIVE WAQAF FOR DHUAFA DEVELOPMENT PROGRAM


Ade Suyitno
Curriculum Vitae

Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.




ZIS AND PRODUCTIVE WAQAF FOR DHUAFA DEVELOPMENT PROGRAM : FASTABIQUL KHAIRAT DALAM SHADAQOH
UNTUK PEMBERDAYAAN KAUM DHUAFA
DI BULAN RAMADHAN DAN SETELAHNYA
Ade Suyitno

Data BPS juli 2011 menyatakan tingkat inflasi indonesia mencapai 0,67 persen dengan sumbangan inflasi terbesar pada kenaikan bahan makanan mencapai 0,30 persen. Tren inflasi ini terus meningkat sampai akhir agustus yang berarti puncak inflasi adalah jatuh bertepatan pada bulan ramadhan. Untuk sebagian kalangan menanggapi hal ini adalah hal biasa karna permintaan konsumsi masyarakat pada bulan ramadhan meningkat, namun bagi kaum dhuafa hal ini semakin menyusahkannya dan menyambut ramadhan dengan penuh kekhawatiran karna pendapatan kaum dhuafa yang kecil dan harga-harga bahan pokok meningkat. Data kemiskinan BPS 11 Maret 2011 menyebutkan data kemiskinan di Indonesia 30,02 juta penduduk (12,49 persen) dengan garis kemiskinan sebesar Rp 211.726 per kapita /bulan. Hal ini sungguh mengkhawatirkan mengingat banyaknya kaum dhuafa di indonesia.

Mengenai permasalahan  ini sebenarnya islam mempunyai banyak solusi nyata untuk penanggulangan dan pemberdayaan dhuafa di antaranya adalah lewat zakat, infaq dan sadaqah. Oleh karna itu penulis mencoba membuat model penghimpunan dan pengelolaan sederhana ZIS dan wakaf produktif dalam program di bulan ramadahn yang di peruntukan pemberdayaan dhuafa di bulan ramadhan dan setelahnya. Dalam karya tulis ini menggunakan pendekatan penelitian  dekstritip ekspolatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam karya tulis ini menggunakan teknik studi pustaka dan sistematika berdasarkan standar penulisan karya tulis dari Dikti.

Fastabiqul khairat dalam ZIS dan wakaf produktif di bulan ramadhan adalah tawaran solusi berdasarkan analisis penulis yang kemudian di sederhanakan dalam model ZIS dan wakaf produktif for dhuafa development program. Model ini berusaha menjawab atas permasalahan yang di hadapi kaum dhuafa di bulan ramadhan dan potensi kontribusinya untuk pemberdayaan dhuafa di bulan ramadhan.

Fastabiqul khairat dalam ZIS dan wakaf produktif di bulan ramadhan adalah aplikatif nilai pendidikan puasa ramadhan yang di jadikan sebagai tawaran solusi karna keutamaan ibadah ini di bulan ramadhan. Kemudian ZIS dan wakaf produktif for dhuafa development adalah model sederhan yang coba menjawab permasalahan yang di hadapi kaum dhuafa di bulan ramadhan melalui kontribusi pada program-program yang dilaksanakan di bulan ramadhan yaitu, 1000 bingkisan lebaran untuk dhuafa, beasiswa sekolah, pembagian zakat fitrah, pelatihan dan pembiyaan produktif untuk dhuafa, human and religion development program.

Merealisasikan potensi ZIS dan wakaf produktif untuk pemberdayaan dhuafa bukan merupakan hal yang mudah. Pemerintah, ulama, civitas akademika dan masyarakat perlu membentuk kerjasama yang baik untuk mewujudkannya. Sebagai contoh potensi pengelolaan ZIS dan wakaf produktif di kampus untuk memberdayakan dhuafa di sekitar kampus, pihak universitas sebagai regulator perlu menetapkan program yang mendukung terciptanya sistem penghimpunan dan pengelolaan ZIS dan wakaf produktif. Demikian pula sosialisasi untuk penghimpunan dana ZIS dan wakaf produktif  dapat dilakukan oleh pihak universitas (Departemen Agama), pengelola LAZIS dan para ulama (dosen-dosen) melalui majelis-majelis. Kemudian perhatian pihak universitas dapat dilakukan dengan memberikan pengawasan kepada setiap lembaga yang mengelola ZIS dan wakaf produktif.
Kemudian perlu juga dibahas tentang model pengelolaan ZIS agar ZIS yang diberikan bermanfaat banyak. Model pengelolaan ZIS ini penulis menyebutnya dengan metode ZIS for Dhuafa Development (ZDD) untuk di bulan ramadahan. Model ini bertujuan untuk melakukan pengelolaan ZIS dan wakaf produktif untuk tujuan memberdayakan dhuafa di bulan ramadhan dan setelahnya. Tujuan pemberdayaan yang ingin dicapai melalui ZIS ini adalah penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas dhuafa berupa peningkatan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Program-program penyaluran pada ZIS for Dhuafa Development (ZDD) di bulan ramadahn :

1000 bingkisan ramadhan untuk dhuafa
Program ini adalah pembagian 1000 bahan sembako untuk dhuafa sebagai langkah nyata dalam membantu permasalahan dasar dhuafa di bulan ramadhan. harapannya dengan adanya program ini bisa membatu kaum dhuafa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya di bulan ramadhan.

Pembagian Zakat fitrah
Program ini adalah pembagian zakat fitrah untuk dhuafa sebagai langkah nyata dalam membantu permasalahan dasar dhuafa di hari raya i’d fitri. harapannya dengan adanya program ini bisa membatu kaum dhuafa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya di hari raya.

Program-program penyaluran pada wakaf produktif di bulan ramadahan dan setelahnya :
Pembiayaan produktif untuk dhuafa
Program ini adalah program mendidik dan mengembangkan dhuafa untuk bisa meningkatkan pendapatannya melalui dorongan modal dan bimbingan supaya kaum dhuafa berusaha dan berdagang. Tujuan program ini adalah supaya kaum dhuafa bisa berlatih untuk mandiri
Human and religion development

Segmen ketiga dari WDP ini adalah WDP dengan tujuan untuk peningkatan kualitas manusia Indonesia. Bentuk pengelolaan ZIS pada segmen ini dalah dengan pemanfaatan dana ZIS untuk bidang pengembangan pribadi, kehidupan dhuafa dan keagamaannya. Program ini   agar dhuafa semakin lebih baik dalam kehidupannya treutama tentang keagamaannya.

Beasiswa
Beasiswa ini di tujukan untuk membantu siswa-siswi yatim-piatu atau anak-anak dari kaum dhuafa yang tidak bisa dengan optimal membiayai sekolah anak-anaknya. Tujuannya adalah peningkatan akademik dan pengetahuan siswa dengan upaya membatu dari segi kebutuhan bahan belajar dan fasilitas sekolah
Pendidikan nilai-nilai fastbiqul khairat dalam ZIS dan wakaf produktif di bulan ramadhan untuk pemberdayaan duafa Adalah :
1.      Meningkatkan kepekaan dan tanggung jawab untuk mensegerakan memberi bantuan untuk dhuafa karna hakikinya harta yang ada pada kita sekarang adalah adalah titipan dari Allah dan ada sebagian hak untuk kaum dhuafa.
2.      Aplikatif ketakwaan dari hikmah puasa ramadhan yaitu merasakan keadaan kaum dhuafa supaya kita bisa mengerti keadaan kaum dhuafa.
3.      Meningkatkan solidaritas sesama muslim dan menghilangkan shuudzan.
Zakat adalah sarana untuk melahirkan dan memperkokoh masyarakat yang Marhamah, yang berdiri di atas prinsip Ukhuwah Islamiyah, sesuatu yang mutlak untuk diwujudkan bagi penegakkan nilai-nilai islami dalam kehidupan. Kesenjangan hubungan antara yang berkemampuan secara materi (harta) dengan orang-orang miskin perlu dijembatani. Bila tidak, maka ukhuwah yang sangat didambakan akan sangat sulit terwujud.
4.      Memperkokoh kesempurnaan pribadi, hal ini karena, puncak aplikatif ketakwaan dengan zakat seorang muslim memberikan manfaat yang begitu besar bagi orang lain, sehingga dari segi ekonomi dan tanggung jawab sosial, seorang muzzaki (yang memberi zakat) sangat dirasakan manfaat keberadaannya oleh orang lain. Dalam kaitan ini Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”.
5.      Menumbuhkan kesadaran dalam diri kita bahwa harta yang dicari dan dimiliki bukanlah tujuan akhir, tapi justru harta itu merupakan wasilah atau sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6.      Menumbuhkan sikap tawwakal atau berserah diri kepada Allah. Hal ini merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap insan muslim, apalagi dalam perjuangan menegakkan agama Allah. 
7.      Menumbuhkan dzikrul maut, atau ingat akan mati, hal ini karena perintah menunaikan zakat harus dilakukan se-segera mungkin bila sudah waktunya, jangan sampai ditunda-tunda. Bila pelaksanaannya ditunda-tunda, lalu kita sampai kepada ajalnya, maka yang timbul adalah penyesalan yang tiada terkira. Allah memperingatkan kita akan hal ini dalam salah satu firman-Nya : “Dan belanjakanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu dia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh”. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS : Al-Munaafiquun : 10-11).

Minggu, 21 Oktober 2012

SUKSES DENGAN PASSION KITA (PEMUDA)

Bakat + Minat = Passion >> Sukses dalam satu Bidang yang paling kita Unggul (Keunggulan Komparatif Diri). . .

Hanya orang2 Luar biasa yang bisa sukses di berbagai bidang sekaligus, Sebagian besar orang sukses lainnya sukses bertahap di bidang yang paling di gemarinya dulu

Kamis, 11 Oktober 2012

Pendidikan Kewirausahaan Edupreneur

EDUCATION ENTREPRENEURSHIP
AND CREATIVITY

Interview Penulis dengan beberapa ahli.

Kenapa ada pendidikan kewirausahaan padahal banyak seorang wirausaha sukses tidak berpendidikan formal tinggi ?
Ir. Dede Martino Dosen Universitas Jambi
Banyak wirausaha sukses yang tidak kuliah itu karena mereka orang yang giat dan mencari sendiri bagaimana menjadi wirausaha melalui pengalaman. Namun hal ini memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu dalam pendidikan kewirausahaan kita akselerasi pengalaman dan pola pikir.
Dalam pendidikan kewirausahaan yang ingin kita didik adalah menularkan pola pikir dan prilaku seorang wirausaha pada peserta didik hingga dia berprilaku dan berwirausaha.

Kenapa masih sedikit pengusaha yang hasil pendidikan kewirausahaan yang sukses dan menjadi pengusaha besar ?

Prof Disman PD I FPEB UPI
Pendidikan adalah untuk menjawab perubahan 5 tahun, 10 tahun mendatang.
Pendidikan adalah membentuk peserta didik mandiri melalui pola pikir serta pemberian kompetensi dan skill.
Jadi dalam pendidikan kewirausahaan akan mengembangkan peserta didik berprilaku entrepreneur dan menjawab tantangan masa depan.



About Me Adeino™


Ade Suyitno, the founder of Indonesian Creative Institute & Bandung Language Village. Suyitno concern is to develop young generation’s creativity. He believe that young people are a part of solutions and a reflections of a country in the future. Young people can shape global change. So that why my team and suyitno provide creative education not only for young people at school and the university but also for those who live under the bridge, rural areas, traditional markets or even on the street.
Suyitno believes that the sustainable development of young generation through global competence begins with creativity, leadership development, and entrepreneurship education. Along with my Indonesian Creative Institute & International Creative Village, he wants to create betterment for Indonesian Youths in Global Challenge.

He started his social activism since he was 12 by establishing a free course for kids and help sell of fruit harvest neighbors to school in Indramayu, West Java. In 2010, he founded a community that concerns on creative writing and youth  leadership development for social change in Economics Facluty of Indonesia University of Education. The passage of time the community in faculty became inpire community with name Indonesia Creative Youth (ICY), the best program ICY is Indonesia Creative Write and Nach Student School (www.indonesiamudamenulis.blogspot.com). Under his leadership as the President, the organization has been delivering numerous capacity building programs, cretive community development in cisarua-cimahi city, and entrepreneurship training on youth.  

He have good academic record and achievement, not only in academic in Indonesia University of Education  but also in extracurricular myinterests talent in entrepreneurship, leadership and research. The best Academic awards from  west java governor on cooperative research and the winner in 13th contest of national research and writing in various regions/university UNS, UNJA, UNISMUH, UIN SUSKA, UNLAM, UNP, UNANDALAS etc. Experience in business he founded a local business in handycraft and creative product the name is N4SR Bandung Creative Product.

He ever joined several international events and conferences in South Korea, Taiwan, Rusia, and  Malaysia, which gives him adaptability skill in multi-cultural and international atmosphere. It also helps him to increase my ability on communication fluency and friendship. He also join and lead of departement in several organizational concern in research, entrepreneurship and islamic economics studies that is FoSSEI, IMAPESI, SCIEmics, KOPMA UPI, LEPPIM and Mahapropesi. Organization activities which increase my leadership skill, such as; managing work, adaptability, decision making, and initiating action.


Ade Suyitno UK 2016

Ade Suyitno
Ade Suyitno UK 2016

Ade Suyitno



Ade Suyitno (Adeino). Di Indonesia, ia dikenal sebagai tokoh pemuda dan peneliti, pelatih, dan konsultan UKM. Dia mulai aktivisme sosial sejak ia berusia 12 dengan mendirikan kursus gratis bagi anak-anak dan membantu menjual panen buah tetangganya untuk di jual di sekolahnya di Indramayu, Jawa Barat. Pada tahun 2010, ia mendirikan sebuah komunitas yang fokus tentang penulisan kreatif dan pengembangan kepemimpinan pemuda untuk perubahan sosial di fakultas ekonomi di Universitas Pendidikan Indonesia. Berlalunya waktu komunitas ini menjadi gerakan yang menginspirasi dengan nama Indonesia Youth Kreatif (ICY), program terbaik ICY adalah Indonesia Tulis Kreatif dan Siswa Sekolah Nach (www.indonesiamudamenulis.blogspot.com). Di bawah kepemimpinannya sebagai Presiden, organisasi telah memberikan berbagai program pengembangan kapasitas, pengembangan masyarakat di kota Cisarua-cimahi, dan pelatihan kewirausahaan pada pemuda.

Dia memiliki catatan yang baik akademik dan prestasi, tidak hanya di bidang akademik di Universitas Pendidikan Indonesia, tetapi juga di ekstrakurikuler minat bakat dalam kewirausahaan, kepemimpinan dan penelitian. Penghargaan Akademik terbaik dari gubernur Jawa Barat pada penelitian Koperasi dan pemenang dalam kontes 13 penelitian nasional dan menulis di berbagai daerah / universitas UNS, Unja, Unismuh, UIN SUSKA, UNLAM,
UNP, UNANDALAS dll. Pengalaman dalam bisnis ia mendirikan sebuah bisnis lokal pada handycraft dan kreatif produk dengan nama bisnis N4SR.

Ia pernah bergabung dengan beberapa acara dan konferensi internasional di Korea Selatan, Taiwan, Rusia, dan Malaysia, yang memberinya keterampilan adaptasi dalam multi-budaya dan suasana internasional. Hal ini juga membantu dia untuk meningkatkan kemampuan pada komunikasi kelancaran dan persahabatan internasional. Ia juga bergabung beberapa keprihatinan organisasi dalam penelitian, kewirausahaan dan ekonomi Islam studi yang FoSSEI, IMAPESI, SCIEmics, KOPMA UPI, LEPPIM dan Mahapropesi. Kegiatan organisasi yang meningkatkan kemampuan kepemimpinan saya, seperti; mengelola pekerjaan, kemampuan beradaptasi, pengambilan keputusan, dan melakukan tindakan.