Pages

Senin, 17 Desember 2012

Syariah Academic Training SCIEmics UPI 2012 (ADE SUYITNO)



Subhanallah luar biasa dapat Berbagi Inspirasi dalam acara SAT SCIEmics UPI dengan memberikan Materi "Ayoo Menulis dan Berpretasilah" dan Mengisi Talk Show Bersama Amilia Agustin yang biasa disebut “Ratu Sampah”, kang Haris Rachman “Pengusaha Bisnis Syariah”, kang Ali Mahfud “Presiden BEM REMA UPI 2011”, teh Sri Wahyuni “Mapres UPI 2012”, Ade Suyitno “DEPNAS Riset FoSSEI 2012 dan Penerima 15 Penghargaan Karya Ilmiah”. Dengan dimoderatori oleh kang Aris Rizal Gozali, mantan Chairman SCIEmics dan sebagai Dewan Syariah SCIEmics periode 2012, suasana pun semakin seru dan menegangkan terutama ketika para pemateri berbicara kepada para peserta tentang pengalaman dan prestasi-prestasi yang telah mereka raih.




“Acara SAT 2012 kemarin alhamdulillah sukses walaupun banyak kendala tapi dalam acaranya kita sukses memperkenalkan perbankan syariah dan motivasi dari para pemateri talk show yang benar-benar luar biasa. Harapan adanya SAT kemarin yaitu SCIEmics bisa eksis di mata UPI sendiri dan umum dalam mensyiarkan ekonomi islam dan bisa terus membuat acara-acara seminar yang berkonsep anak muda selamanya dengan pemateri yang gak ngebosenin.”
(Hendra Setia Putra, Ketua Pelaksana SAT 2012, dept. HRD SCIEmics, Manajemen UPI 2011)

“Assalammualaikum wr.wb. SAT tahun ini banyak sekali keajaiban-keajaiban yang terjadi. kekhawatiran saya terhadap panitia akan acara ini ternyata terbayar habis dengan suksesnya acara SAT 2012 ini. Subhanallah luar biasa.. Peserta banyak sekali yang datang on the spot, hal ini membuat keuangan surplus, pengisi acara yang luar biasa menariknya hingga tak terhitung berapakali peserta memberikan tepuk tangan untuk acara ini. dengan suksesnya acara ini semakin yakin bahwa semua rencana Allah itu jauh lebih indah jika dibandingkan dengan rencana kita dan semoga suksesnya acara SAT kali ini dapat menambah semangat kepada temen-temen SCIEmics dan civitas akademika UPI untuk terus memperjuangkan ekonomi islam. juga buat temen-temen mahasiswa baru dapat mengetahui keberadaan SCIEmics, dan apa itu ekonomi islam. Bisa Bisa Harus Bisa InsyaAllah Allahuakbar!!!”
(Helmy Cahya Muhammad, Chairman of SCIEmics, Manajemen UPI 2010)




“Pengalaman yang mengesankan telah mengikuti SAT,  menurut saya, acara SAT yang diadakan oleh sciemecs merupakan acara yang sangat berkesan dan luar biasa.
Selain menambah pengetahuan mengenai Ekonomi Syariah, dalam acara SAT juga dihadirkan orang-orang yang berprestasi dalam berbagai bidang. SAT juga sebagai wadah untuk mempererat tali silahturahmi. Harapan saya terhadap SAT yaitu dapat menjadi titik tolak saya untuk mengenali seperti apa ekonomi dalam islam itu.Dan untuk masyarakat luas, agar dapat menerapkan Ekonomi Syariah dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Sciemics tetap menjadi yang terdepan dalam berdakwah dan memberi pengetahuan tentang Ekonomi Syariah kepada masyarakat luas”
(Abdul Holid, Pendidikan Manajemen Perkantoran UPI 2012)

“Tanggapan setelah saya mengikuti SAT yaitu menurut saya Syariah Academic Training Subhannallah sekali. Jujur saya overwhelmed dengan ilmu yang diberikan. Apalagi seminar mapres, membuat saya semakin ingin menjadi mahasiswa berprestasi. Pokoknya saya ga nyesel datang ke SAT. Manfaatnya, saya jadi tahu ilmu ekonomi syariah yang menjadi pedoman berniaga ekonomi islam. Saya menjadi bersemangat lagi untuk menjadi mahasiswa yang mempunyai segudang perstasi seperti pembicara mapres di acara SAT kemari.  Harapan dari acara SAT : Lagi !!! untuk SCIEMICS sering – sering ya acara SAT nya. Untuk umum : yang kemarin datang ke acara SAT , ayo kita amalkan ilmunya dan berbagi dengan sesama. Yang belum datang ayo datang ke acara Syariah Academic Training. ^_^ “
(Mutia Nabillah, Pendidikan Bahasa Prancis UPI 2012)

“Acara Syariah Akademik Training kemarin itu menarik, saking menariknya sampai-sampai saya yang awalnya dari UNPAS (bukan mahasiswa UPI) ikut-ikutan menghadiri SAT kemarin. Segmen yang paling asyik tuh waktu senam otak karen akita bisa nari-nari jarinya.hehe.. Tapi ada segmen yang lebih mantap lagi yaitu segmen diskusi dengan Mapres. Kita jadi termotivasi dan ingin bangkit. Semangat!!!Merdeka!!! Manfaat yang saya rasakan setelah mengikuti acara ini jadi termotivasi, jadi ingin semangat lagi untuk mencapai cita-cita, dan jadi ingin berlomba-lomba menjadi Mapres di kampusku. Harapan untuk SCIEmics lebih sering lagi ya mengadakan acara seminar untuk umum terutama yang menyangkut ekonomi islam, dan harapan untuk umum yaitu bisa mengetahui apa itu SCIEmics”
(Hanna Pracaswari, Teknologi Pangan UNPAS 2011)

“Assalamualaikum. Wr.Wb. Terimakasih sebelumnya kepada semua pihak yang menyelenggarakan kegiatan SAT dengan baik. Kegiatan SAT kemarin berlangsung seru, terutama dilihat dari antusiasme peserta, tidak kalah juga MC dan Pemandu senam otaknya (Trainernya itu siapa ya, lupa lagi namanya) hehehe.. Tentunya kegiatan SAT ini sangatlah bermanfaat khususnya buat saya pribadi, karena wawasan mengenai ekonomi Islam diperoleh melalui interaksi langsung dengan praktisi sekaligus ahli di bidangnya, sangatlah jarang dijumpai.. Pastinya semakin banyak kegiatan semacam ini diikuti, Insya Allah dapat menambah ilmu, khususnya mengenai Ekonomi Syariah. Selain itu dapat memperkuat tali silaturahmi sesama muslim diantara sesama peserta yang notabenenya adalah mahasiswa lintas jurusan dan lintas daerah. Secara umum kegiatan SAT kemarin sudah terlaksana dengan baik. Apalagi ditambah melihat dari persiapan panitia yang dengan penuh semangat sudah merancang dengan baik demi terselenggaranya kegiatan ini. Panitianya juga pada baik, sopan, cantik2 dan ganteng2, sehingga dapat menghipnotis peserta untuk mengikuti acaranya dengan antusias.. hehehe.. (Pokoknya terimakasih untuk semuanya ya). Oia, Untuk SCIEMICS sendiri... Sosialisasi dan publikasi SCIEMICS yang dilakukan sebelumnya udh bagus tuh.. Kayak kemarin publikasi SAT ga hanya di pajang di spanduk yang ada di UPI, tapi juga melalui virtual seperti internet dengan memanfaatkan group-group yang ada di facebook (Group Gerakan 1000 PKM UPI) dan banyak yang lainnya. (makanya saya datang ke acara ini, karena saya taunya melalui info di group Gerakan 1000 PKM UPI ini)..... Untuk itu perlu diperluas lagi ya, ga hanya ruang lingkup mahasiswa FPEB khususnya & mahasiswa S1 umumnya, Coba merambah lagi ke SPs UPI. Siapa tau ada mahasiswa pasca yang tertarik untuk bergabung dengan SCIEMICS, karena UPI kan ga hanya mahasiswa S1 saja kan toh ada mahasiswa pasca juga”
(Dedi Supriyadi, Pendidikan Ekonomi UPI 2010)



“Acara SAT pada hari sabtu tanggal 20 oktober 2012 menurut saya pribadi sangat seru sekali, selain karena banyaknya peserta yang hadir, konsep acaranya pun lumayan baik. Apalagi dengan adanya “talk show” bersama 5 inspirator yang selalu membakar semangat saya untuk lebih baik. Harapan saya atas acara SAT kemarin, mudah-mudahan bisa menjadikan atau menghadirkan generasi-generasi muda yang cerdas, jujur, dan peduli terhadap ekonomi syariah yang merupakan solusi bagi Negara Indonesia dan Global”
(Muhlis Ismail, STIE Muhammadiyah Bandung)

“Menurut saya, acara SAT kemarin lumayan seru, pematerinya juga hebaat, ditambah ada acara talkshow dengan orang-orang hebat pula seperti siswa + mapres yang membuat saya menjadi termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi. acara SAT ini tentunya bermanfaat untuk saya karena saya bisa mendapat ilmu tentang ekonomi islam yang nantinya akan saya pelajari dalam perkuliahan. tapi, saya rasa acaranya terlalu lama, sehingga terkadang membuat jenuh, mungkin bila diselingi sedikit hiburan yang menarik seperti adanya doorprize atau hadiah yang menarik, bintang tamu yang menghibur, dll tidak akan membuat jenuh para peserta SAT. mudah-mudahan SAT akan selalu memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan mudah-mudahan sciemics menjadi UKM favorit di UPI ..
maju terus SCIEMICS!!
(Windiara Hanum, Pendidikan Ekonomi UPI 2012)

“Acaranya seru, manfaatnya banyak memberikan motivasi dan pengetahuan dan ilmu baru serta pengalaman yang dapat diambil hikmahnya. Semoga SCIEMICS bisalebih baik lagi untuk acaranya selanjutnya”
(Siti Rismaya, STIE EKUITAS)

“Tanggapan saya tentang SAT kemarin secara keseluruhan amat bagus. Acara ini bisa menjadi rujukan untuk ksei-ksei lain karena sangat inspiratif dengan mengundang siswa + mahasiswa yang berprestasi adalah sesuatu yang sangat bagus dan kreatif apalagi brand syariahnya SCIEMICS. Adalah hal yang membuat saya termotivasi untuk bisa seperti itu . Sukses untuk SCIEMICS.”
(Arif Resmana, UIN Bandung)

“Acara SAT kemarin meningkatkan gairah saya untuk terus berprestasi, se
makin termotivasi oleh para orang-orang SUPER MAPRES kemarin di depan panggung dan saya jadi tahu, bahwa ternyata orang Indonesia itu Sangat Mampu untuk tampil di mata Dunia. Harapan saya dengan adanya Acara SAT  kemarin, bisa mencetak generasi-generasi penerus untuk berprestasi di bidangnya masing-masing, Mahasiswa / i semakin yakin bahwa Ekonomi Islam itu merupakan sebuah solusi di tengah maraknya perekonomian global yang semakin hari malah menciptakan kesenjangan sosial, kemiskinan, ketidak adilan, pendistribusian yg tidak merata, dll, Untuk Para Panitia (Sciemics ) lebih ditingkatkan lagi acara acara yang bertema kan Ekonomi Islam, karena itu merupakan awal kita untuk melangkah menyebarkan virus ekonomi Islam. Untuk Sciemics,  dengan adanya acara tsb kita semakin solid dalam Mendakwahkan Ekonomi Islam.”
(Ayi Koswara, UIN Bandung)

By: Dina R.

Rabu, 12 Desember 2012

WIRAUSAHA MUDA BERKARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL





Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.


MENGEMBANGKAN WIRAUSAHA MUDA BERKARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL 
Karya Ilmiah ini Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) LIPI 2012


RINGKASAN


Permasalahan sosial di indonesia begitu banyak dan dengan sebab yang berbeda-beda pula. Namun secara umum, permasalahan sosial banyak disebabkan oleh faktor ekonomi dan geografi. Hal ini dikarenakan memang dilihat dari kondisi ekonomi negeri kita, serta dari sudut pandang geografi kependudukan di Indonesia yang terus meningkat tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengakibatkan pengangguran dan kemiskinanData badan pusat statistik (BPS) pada tahun 2011 memperlihatkan bahwa jumlah pengangguran pada agustus 2011 sebanyak 7,70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,56 persen. Kemudian Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29,89 juta orang (12,36 persen)Kondisi pengangguran dan kemiskinan akan berpengaruh dalam kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat yang sebagaimana kita ketahui pembangunan bangsa ini kedepan tidak terlepas dari adanya  generasi penerus yang sehat dan cerdas.
Kota Bandung dan Kota Cimahi yang di sebut sebagai kota industri kreatif oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ternyata angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Bandung dan Kota Cimahi masih tinggi. Data Kemiskinan Nasional yang dihimpun oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) angka kemiskinan di Kota Bandung di tahun 2012 adalah 79.573 jiwa. Angka yang cukup tinggi sangat ironis mengingat tingginya potensi kota bandung. Kemudian Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi menunjukan data jumlah warga miskin di Kota adalah 140 ribu jiwa. Data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Cimahi 2012 memperlihatkan Jumlah pengangguran di Cimahi saat ini sebanyak 42.000 orang.
Masalah sosial ini harus segera di berikan penyelesaian apalagi dalam waktu dekat indonesia akan memasukai dalam era pasar tunggal dengan berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) keberadaan AEC itu akan menjadikan arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut tentu akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial bagi indonesia saat belum siap menghadapai persaingan bebas ini. 
Salah satu solusi untuk mengatasi permasalah ini adalah melaui kewirausahaan karena kewirausahaan akan menciptakan kemandirian bangsa dan lapangan kerja baru. Namun di indonesia menurut lansiran kementerian usaha kecil menengah dan koperasi, entrepreneur di Indonesia tahun 2012 yakni baru mencapai 1,56% dari total penduduk 240 juta jiwa, yaitu sebanyak 3,74 juta, jadi dibutuhkan 1,06 entrepreneur baru minimal untuk mengimbangi persaingan di tengah ASEAN China Free Trade Agremment (AFCTA) dan menuju Era AEC yaitu 2% dari jumlah penduduk Indonesia.
Berkenaan dengan masalah di atas akademisi sebagai penggerak perguruan tinggi harus menjalankan tri dharma perguruan yaitu salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat yang di mana dalam hal ini berupaya turut serta berkontribusi sesuai kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan sosial ini. Kemudia pelaku bisnis dan perusahaan melalui CSR untuk turut serta dalam pengembangan wirausaha muda ini serta pemerintah melalui program dan regulasi yang mendukung pengusaha baru.
Melalui penelitian deskriptif dalam karya tulis ini penulis mencoba memformulasikan program pengembangan wirausaha melalui Indonesia Young Sociopreneur (INYES) program dalam menstimulus dan mencetak wirausaha berkarakter berbasis edukasi dan sosial problem dengan aktualisasi nilai-nilai kearifan ekonomi lokal. Di mana tujuan karya tulis ini adalah menjelaskan pengembangan wirausaha muda dengan menggunakan pendekatan triple helixProgram pengembangan ini akan optimal bekerja dengan mensinergiskan antara pihak triple helix yaitu akademis, bisnis, dan pemerintahan.
KeywordEntrepreneurSociopreneur, INYES Program

Sabtu, 03 November 2012

Berdoa Kuliah Ke Luar Negeri




Lagi seneng2nya ngumpulin Facebok mahasisiwa indonesia yg lagi kuliah di luar negeri, , ,Bagi temen2 bisa melakukannya dengan kunjungiweb-web "Perhimpunan Pelajar Indonesia" di , , ,tergantung negara tujuan di google juga ada ko, , ,contohnya ini 
http://ppi-australia.org/tentang-ppia/daftar-ppia-cabang-dan-ranting/
FRANCIS
UNITED KINGDOM
SINGAPURA
MALAYSIA
BELANDA


AUSTRALIA

http://www.ppifrance.fr/

http://ppiuk.org/

http://ppisingapura.org/

http://ppium.wordpress.com/

http://ppibelanda.org/

Jumat, 02 November 2012

1000 Nasi Pendidikan


Ade Suyitno
Curriculum Vitae


Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.




Gerakan 1000 Nasi Pendidikan

“Semua orang bisa peduli dan berbagi”
“Sedekah kolektif lebih baik dampaknya dari pada sedekah sendiri”

Gerakan 1000 Nasi Pendidikan (GE1NP) adalah wadah berbagi dalam Pendidikan anak keluarga kurang mampu. “Nasi” adalah sumber kehidupan dalam bentuk makanan dan dalam pendidikan “Nasi”nya adalah Fasilitas. Bagaimana caranya “1000 Nasi/Fasilitas” bisa membantu dan merubah kehidupan anak-anak masyarakat kurang mampu menjadi lebih baik.



“Belajar atau Bekerja untuk makan ? Pilihan yang sulit anak keluarga kurang mampu”

Lingkaran Kemiskinan Keluarga Miskin :
Pekerjaan Serabutan (Ortu) --> Pendapatan Rendah --> Fasilitas Pendidikan anak Rendah --> Prestasi Anak Rendah --> Pendidikan Rendah --> Pekerjaan anak Serabutan seperti orang tuanya

Solusi Sederhana Memutus Lingkaran Kemiskinan dengan GE1NP :
Pekerjaan Serabutan (Ortu) --> Pendapatan Rendah + Nasi bungkus dari GE1NP = Punya Tabungan --> Fasilitas Pendidikan randah + Nasi pendidikan (Fasilitas dari GE1NP) --> Prestasi anak meningkat --> Pendidikan bisa lebih baik --> Mendapat Pekerjaan Lebih baik dari orang tuanya

“Pendidikan adalah armada pemutus lingkaran setan kemiskinan”



Hal di ataslah yang terjadi di Desa Maleber kecamatan andir, Bandung dan sebagian besar daerah miskin lainnya. Oleh karena itu kami menggagas sebuah program desa binaan sebagai wadah berbagi dan rasa peduli kita dalam permasalahan di sekitar kita yang sangat banyak khususnya pendidikan.

Angkatan pertama “adik asuh” dalam GE1NP adalah 33 siswa dari golongan keluarga miskin yang orang tuanya punya semangat pendidikan dan anaknya yang mempunyai potensi dan motivasi untuk berprestasi. “Adik asuh” ini terdiri dari 15 siswa SD, 10 Siswa SMP dan 8 siswa SMA. Mereka akan di mentoring dan pembekalan soft skill setiap 3 minggu sekali oleh dosen dan mahasiswa terbaik untuk terus berprestasi dan di bantu dalam makan serta fasilitas pendidikan.



Kegiatan dalam Gerakan 1000 Untuk Nasi Pendidikan :

Input : Lima Ribu Rupiah / kupon kebaikan dari berbagai dermawan
Proses : Akumulasi 1000 kebaikan akan di salurkan dalam Nasi bugkus dan Fasilitas Pendidikan.
Output : Meningkatnya prestasi siswa “Adik asuh” dalam intrakulikuler dan ekstrakulikuler di sekolah yang akan kita laporkan progressnya setiap bulan kepada dermawan.

Cara peduli dan berbagi dalam GE1NP :
1. Donasi Bulan pertama GE1N Angkatan 1 : 5000rupiah / Kupon Kebaikan. Via bank / cash
2. Volunteer/Relawan : Menjadi mentor seminggu sekali dengan “adik asuh”


Nama Facebook Pengurus dan CP :
Haris Rachman (085624566107)
Richa 'Risa' Kirei (085735090595)
Ade Suyitno Adeno (085659932860)
Aris Rizal Gozali (085659138281)
Arief Juliyaman (085721771999)


Profil Pengurus Gerakan 1000 Nasi Pendidikan :

1. Haris Rachman, Sekjend Gerakan Indonesia Muda Berbisnis dan Pemilik Bisnis CiKafe
2. Risa K, Staff departemen nasional Srikandi Ekonomi Syariah FoSSEI
3. Ade Suyitno, Mahasiswa Berprestasi UPI dan Penerima 15 Penghargaan Nasional dan Regional
4. Aris Rizal Gozal, Kepala Regional JABAR Ekonomi Islam FoSSEI dan Ketua Regional Beswan 2011
5. Arief Julyaman, Ketua HIPMI PT UPI 2011 dan HIPMI Bandung 2012

Rabu, 31 Oktober 2012

Ade Suyitno dan Fitranty Juara II LKTI Nasional



Angin segar berembus dari dunia penelitian Universitas Pendidikan Indonesia. Pasalnya, tim peneliti muda UPI kembali menorehkan prestasi pada Lomba Karya Tulis Ilmiah di Tingkat Nasional. Penghargaan itu diterima di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (21/11/2011).
Dengan mengusung ide “Pengembangan Industri Kreatif Mandiri melalui Program Pendampingan Berbasis Local WisdomPendekatan Triple Helix,” tim LKTI UPI yang beranggotakan Fitranty Adirestuty dan Ade Suyitno berhasil menyabet juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional pada agenda rutinan “Active 2011” yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Juara lainya diraih tim UGM 1 sebagai juara 1 dengan ketua tim Usman Arief,  disusul juara ke 3 dari tim Undipdengan ketua tim Enjelina Intan Prima Dewi.
Ditemui di Prodi Pendidikan Ekonomi, Fitranty mahasiswi yang juga kerap menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama FPEB 2011 berujar, “Awalnya, saya tidak menyangka bakal dapet juara 2, karena yang mengikuti lomba ini 55 tim dari seluruh Indonesia. Apalagi, peserta lain lebih berpengalaman, Eh… tahunya kita dapat juga”.
Sejalan dengan apa yang diungkapkan Fitranty, Ade sebagai patner tim LKTI bertutur, “Semuanya berkat kerja sama tim yang solid. Apalagi ketika kami harus mempertahankan ide yang kami usung dari gempuran pertanyaan juri yang bertubi-tubi”.
LKTI Nasional ini merupakan salah satu kompetisi tahunan bergengsi yang diadakan HMJA FE UNS, di mana kompetisi ini dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan dengan tema yang diusung terkait strategi menghadapi ACFTA melalui beberapa bidang ilmu. Di antaranya ekonomi, pertanian dan agribisnis, Industri dan Manufaktur, dan Hukum.
Penyelenggaraan acara ini diharapkan mendorong peserta LKTI tidak saja memiliki pemahaman yang kuat mengenai keadaan yang dihadapi, namun juga memberikan solusi aplikatif bagaimana Indonesia bisa struggle dalam menghadapai tantangan AFCTA.
“Apa yang kami raih saat ini buah dari usaha keras juga kekompakan tim kami. Yang terpenting adalah doa dan dukungan dari orang tua, dosen pembimbing, para dosen Prodi Ekonomi juga sahabat kami. Semoga generasi selanjutnya bisa mengukir jejak sang jawara dan lebih baik dari kami. Amiiiin.!!”ujar Ade. (Humas BEM Mahapropesi)

Minggu, 28 Oktober 2012

MENDONGKRAK PRODUK LOKAL DENGAN PENDEKATAN OVOP MELALUI PEMBERDAYAAN HIMADA (HIMPUNAN MAHASISWA DAERAH) PADA INKUBATOR BISNIS KAMPUS


Ade Suyitno
Curriculum Vitae

Ade Suyitno
Pendiri Indonesian Creative Youth (ICY)
dan Sekolah Alam Kreatif (Creative Nature School) Bandung
085659932860
FB : Ade Suyitno Adeno. TWTR : @adeno.


MENDONGKRAK PRODUK LOKAL DENGAN PENDEKATAN OVOP MELALUI
PEMBERDAYAAN HIMADA (HIMPUNAN MAHASISWA DAERAH) PADA INKUBATOR
BISNIS KAMPUS

Fitranty Adirestuty­­1, Nida Afifah2, Ade Suyitno3. FPEB1,  FPEB2,  FPEB3  
Universitas Pendidikan Indonesia
Jln. Setiabudhi No.128 Bandung

Perdagangan bebas di kawasan Asean atau yang dikenal dengan ACFTA  (Asean China Free Trade Agreement) telah mulai dilakukan di tahun 2010. Dengan  disahkan dan diberlakukannya ACFTA ini, maka para pengusaha dalam negeri harus pintar dan cerdik dalam membaca peluang. Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki. Usaha kecil dan menengah atau yang biasa disingkat UKM dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, hal ini dapat terlihat dari data Kementrian KUKM bahwa Usaha kecil dan menengah yang saat ini jumlahnya sekitar 51,26 juta unit atau 99,91% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia namun keadaanya kini sedang terancam karna masih banyak UKM yang belum memiliki kemampuan yang cukup memadai untuk menghasilkan produk yang bersaing di pasar global.

Salah satu upaya Pemerintah  Indonesia untuk menghadapi era ACFTA ini adalah menerapkan program One Village One Product atau yang biasa disingkat  OVOP. Penerapan OVOP ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pasar industri kecil dan menengah (IKM), Hal ini sesuai dengan Peraturan Menperin Nomor 78 Tahun 2007 tentang Peningkatan Efektifitas Pengembangan IKM Melalui Pendekatan OVOP. Kenyataannya penerapan OVOP selama ini belum seratus persen berhasil dilakukan karena beberapa hal. Menurut Wapres Budiono, Pengembangan OVOP harus dilakukan dengan penelitian yang mendalam mengenai produk apa yang cocok untuk satu desa."Targetnya juga harus jelas." Sebenarnya produk usaha kecil dan menengah banyak yang berkualitas, hanya belum banyak memiliki jaringan baik pasar lokal atau  pasar yang lebih besar, termasuk ke luar negeri.

Suatu alternatif model baru bagaimana mendongkrak produk lokal agar bersaing di tatanan nasional bahkan Internasional melalui pemberdayaan fungsi HIMADA (Himpunana Mahasiswa Daerah) sebagai agent of exchange dan Inkubator bisnis kampus dalam proses perluasan pemasaran, meningkatakan penjualan produk local, sampai pada peningkatkan geliat wirausaha di dalamnya, maupun pengembangan penyerapan tenaga kerja di daerah, sehingga nantinya diharapkan akan terjadi trickle down effect dari Inkubator bisnis yang bekerjasama dengan HIMADA Kampus yang berimbas pada kemajuan UKM di setiap daerah bahkan pada peningkatan pendapatan nasional Negara dengan pendekatan OVOP.

Mendongkrak produk lokal ujung tanduknya adalah peningkatan kualitas produk dan pemasaran yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang dapat dilakukan adalah melalui Inkubator Bisnis. Peranan Inkubator Bisnis menjadi strategis karena dapat menciptakan lapangan kerja baru, menumbuhkan wirausaha baru, dan dapat menjadi wadah dalam mengimplementasikan berbagai inovasi produk yang dihasilkan oleh berbagai pihak serta sarana kerjasama pemasaran.

Inkubator Bisnis yang dikelola secara profesional dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya, terbukti mampu menciptakan lapangan kerja. (menurut laporan Bank Indonesia –2006, di Uni Eropa, dengan jumlah Inkubator sebanyak 900 telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penciptaan lapangan kerja, yaitu sebanyak 40.000 orang setiap tahun). Inkubator Bisnis telah memberikan nilai tambah terhadap perekonomian melalui percepatan pengembangan usaha baru/pemula dan membantu memaksimalkan pertumbuhannya dimana hal tersebut sulit dicapai tanpa bantuan inkubator.

Sebagian besar (72%) Inkubator Bisnis di Indonesia didirikan oleh Perguruan Tinggi, sedangkan sisanya (28%) didirikan oleh Non-Perguruan Tinggi yang terdiri dari swasta (Yayasan) sebanyak 21% dan lembaga pemerintah 7%. Sementara itu, jika dilihat dari faktor yang menjadi pendorong berdirinya Inkubator Bisnis, sebagian besar (71%) Inkubator Bisnis didirikan karena adanya peluang bisnis, sedangkan sisanya karena inovasi teknologi (29%). Sebagian besar (79%) inkubator memiliki Visi tersendiri secara jelas yang berbeda dengan visi lembaga induk yang menaunginya. Sementara 21% tidak memiliki Visi tersendiri melainkan mengikuti Visi lembaga induk atau yang menaunginya. Sektor ekonomi yang paling banyak menjadi prioritas binaan Inkubator Bisnis berturut turut dari yang paling besar adalah sektor industri kecil dan kerajinan (62%); sektor jasa (19%); sektor pertanian (13%); dan sektor perdagangan (6%).

Berkaitan dengan dimulainya era AFCTA, salah satu upaya Pemerintah  Indonesia untuk menghadapinya adalah menerapkan program One Village One Product atau yang biasa disingkat  OVOP. Penerapan OVOP ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pasar industri kecil dan menengah (IKM), tidak hanya meliputi IKM kerajinan, tapi juga makanan dan minuman, produk herbal, dan interior, dan lain-lain ke tingkat global serta diproduksi secara kontinyu dan konsisten. Kementerian Koperasi dan UKM RI memperluas produk unggulan daerah yang lazim disebut OVOP - One Village One Product--satu desa dengan satu produk unggulan, bahkan lebih satu produk di 100 titik di 33 provinsi berbasiskan peningkatan mutu dan daya saing agar produk unggulan itu bernilai tambah melalui industri pengolahan/processing (value chain), pengepakan, perluasan jaringan pemasaran secara integrasi dan lain-lain hingga tahun 2014. (www.depkop.go.id)

Payung hukum dalam pengembangan OVOP tersebut antara lain UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, UU No.20 tahun 2008 tentang UKM, Inpres No.6 tahun 2007 tentang Percepatan Sektor Riil dan Pembangunan Sektor UMKM yang juga mengamanatkan pengembangan sentra melalui pendekatan OVOP.
Langkah-langkah yang akan di lakukan pemerintah untuk mensukseskan program OVOP, Pada tahun 2011-2012 meliputi peningkatan nilai tambah produk unggulan melaui industri pengolahan melalui dukungan sarana prosesing. Peningkatan akses pasar produk yang dihasilkan melalui temu usaha (business matching) serta desain, paking dan promosi produk lokal, nasional maupun internasional. Kemudian peningkatan suplai chain product unggulan OVOP melalui produk dan pemasaran. Serta pengembangan kapasitas SDM melalui pendampingan,penyuluhan,pelatihan dan studi banding.
Di tahun 2013-2014, peningkatan dan perluasan pendampingan komunitas masyarakat lokal sesuai dengan potensi ekonomi daerah. Terus diperkuat dan ditingkatkan lagi nilai tambah produk melalui industri pengolahan dan paking. Peningkatan promosi ekonomi masyarakat secara menyeluruh (budaya, produk dan potensi alam) di tingkat provinsi serta promosi produk unggulan OVOP secara nasional dan internasional (fairs and events, festival).

Model Optimalisasi Peran Inkubator Bisnis Kampus dan Himada Untuk Mendongkrak produk Lokal

Penerapan OVOP pada Inkubator Bisnis
Dari aspek kelembagaan, replikasi program OVOP nampaknya dapat dikaitkan dengan program sentra bisnis, dimana terjadi pemusatan produk OVOP. Inilah kaitannya dengan Inkubator kampus sebagai sentra melalui pemberdayaan HIMADA nya. Seperti pada umumnya anggota sebuah HIMADA selalu memiliki link yang lebih banyak dan pengetahuan yang lebih matang tentang daerahnya dan khususnya produk asli daerahnya. Dalam proses ini meraka dapat berperan sebagai distributor produk lokal dari daerah asal masing-masing. 
Eksistensi produk lokal daerah terlihat masih sangat kurang tersoroti. Hanya segelintir orang yang tahu adanya produk unggulan suatu daerah. Disamping karena barang-barang tersebut sulit ditemui, hal ini juga disebabkan kurangnya fasilitas yang membantu perluasan pemasarannya, dan juga kurang sadarnya para pemuda masa kini untuk ikut meningkatkan potensi daerahnya.
Sentralisasi OVOP dapat juga sekaligus meningkatkan brand  produk tersebut. Hal ini mendorong produsen-produsen  produk di daerah pun akan lebih kreatif dalam menciptakan dan menginovasi produknya juga menjaga dan meningkatkan kualitas  demi peningkatan penjualan.
HIMADA Kampus Sebagai Solusi Aplikatif Pendekatan OVOP pada Inkubator Bisnis
HIMADA kampus merupakan himpunan mahasiswa yang menghimpun mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari satu daerah yang sama. Setiap kampus tentu memiliki banyak HIMADA yanng memfasilitasi program-program guna mendukung peningkatan mutu daerah mereka. Melalui pendekatan OVOP yang diaplikasikan dalam inkubator bisnis kampus, tentu HIMADA dapat ikut berpartisipasi dalam meningkatkan prestasi produksi daerah mereka dengan menjadi distributor produk asli daerah dan dipasarkan di Inkubator bisnis kampusnya.
Selain untuk memperluas pasar produksi produk, melalui konsep OVOP ini dapat juga menjadikan Inkubator bisnis sebagai tempat saling pertukaran informasi suatu daerah dengan daerah lainnya. Partisipasi HIMADA memegang peran untuk mengenalkan produk unggulan daerahnya dan dapat memberi kontribusi untuk dan dapat mendongkrak prestasi-prestasi produk masing-masing daerah. Secara luas efek pengaplikasian OVOP juga dapat mengurangi beban perluasan distribusi produk di daerah, dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para produsen-produsen melalui perluasan pasar produknya. Secara makro melalui metode OVOP dengan dipermudah oleh HIMADA Kampus dalam informasi dan penyaluran produk pada inkubator bisnis, dapat meningkatkan produksi daerah begitu pula dengan mutu kewirausahaannya.

Tabel 1.1 HIMADA Kampus Universitas Pendidikan Indonesia
No
HIMADA
DAERAH ASAL
PRODUK
1
IMT
Tasikmalaya
Kerajinan tangan
2
IKADA
Indramayu
Makanan Asinan
3
FILA UPI NTB
Lombok (NTB)
Assesoris(mutiara)
4
GALUH TARUNA
Ciamis
Galendo, Sale
5
ASGAR
Garut
Dodol (Chocodot)
6
IMB
Bandung
Kerajinan Tangan (Miniatur Angklung)
7
PERMAIS
Subang
Dodol Nanas
8
STUFEN
Banten
Kerajinan Tangan
9
PERMASISEL
Sumsel
Empek-Empek
10
IMS
Sumedang
Keripik Tahu




Akademisi (Mahasiswa dan Dosen)
Karya tulis ini dapat menjadi bahan yang menarik untuk didskusikan serta dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang  membangun dan bermanfaat untuk semua pihak terkait. Dalam tataran praktiknya Inkubator bisnis dan penerapan konsep karya tulis ini, dapat melahirkan generasi entrepreneur muda melalui aplikasi juga  dapat menambah penghasilannya.  
Pemerintah
Karya tulis ini dapat dijadikan sebaai referensi untuk mengembangkan OVOP dalam konteks pemberdayaan HIMADA (Himpunan Mahasiswa Daerah ) di tataran Perguruan Tinggi sehingga secara tidak langsung Pemerintah turut pula mendukung aktifitas mahasiswa dalam inkubator bisnisnya untuk mengangkat produk lokal unggulan tiap daerah.
Entrepreneur
Jika konsep yang ada dalam karya tulis ini dapat benar-benar diimplementasikan, maka manfaat terbesar yang akan diperoleh para enterpreuneur  adalah adanya  peningkatan  baik kualitas dan kuantitas penjualan produk mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri terutama dalam menghadapi era ACFTA.
Masyarakat
Karya tulis ini dapat menjadi bahan aplikatif, meningkatkan produksi usaha daerah, semakin berkembang untuk kemudian dapat mengembangkan dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat, sehingga dapat menjadi bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.